KERAJAAN SAMUDRA PASAI
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Sejarah Indonesia Madya
yang dibina oleh Bapak Deny Yudo
Wahyudi, S.Pd, M.Hm
oleh
Millatul Masruroh
( 120731400270 )
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
JURUSAN
SEJARAH
Februari 20013
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, yang
telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga makalah ini dapat
terselesaikan. Tak lupa sholawat serta salam kami haturkan kepada junjungan
kami Nabi Muhammad saw.
Makalah ini
kami beri judul “ KERAJAAN SAMUDRA PASAI” yang disesuaikan dengan materi tugas
mata kuliah Sejarah Indonesia Madya yang kami ambil pada semester 2 ini. Semoga
dengan adanya makalah ini kami dapat memahami sejarah islam di Indonesia,
khususnya di Sumatra.
Kesempurnaan
hanyalah milik Allah, kekurangan dan kelemahan adalah milik kami, karena itu
kami berharap kritik dan saran, guna meningkatkan mutu dan kualitas kinerja
kami, agar dapat memperbaiki makalah yang selanjutnya, menjadi makalah yang
lebih baik lagi.
Malang,
Februari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
Hal ini membuktikan bahwa
masyarakat manusia telah mengenal hubungan Internasional, dan telah melakukan
hubungan perdagangan dengan masyarakat muslim. Sumatra ialah wilayah yang
sangat strategis untuk jalur perdagangan, dan itulah salah satu factor mengapa
banyak berdiri kerajaan kerajaan islam kurang lebih pada abad ke-12. Walaupun
dari berita cina, di Jawa telah ada kelompok masyarakat muslim sejak abad ke-8.
Kerajaan-kerajaan yang ada disumatra misalnya ialah samudra pasai, aceh, dan
lain sebagainya. Namun penulis lebih mendalami tentang samudra pasai, karena
pembahasan itu terkait dengan samudra pasai.
Dari latar belakang yang kami uraikan di atas, kami
memproleh beberapa rumusan masalah yang nantinya akan kami bahas dalam bab 2,
pembahasan, yaitu:
1. Bagaimana sejarah kerajaan Samudra Pasai?
2. Bagaimana masa awal dan masa kejayaan kerajaan Samudra
Pasai?
3. Apa sajakah perkembangan yang di capai oleh kerajaan
Samudra Pasai?
Setiap sesuatu pasti mempunyai suatu tujuan, begitu
pula makalah ini, tujuan pembuatan makalh ini ialah, diharapkan pembaca mampu:
1. Mendeskripsikan tentang sejarah kerajaan Samudra Pasai.
2. Menganalisis tentang masa awal dan masa kejayaan
kerajaan Samudra pasai.
3. Mendeskripsikan apa saja perkembangan yang di capai
oleh kerajaan Samudra Pasai.
Sejarah kerajaan Samudra Pasai, tidak terlepas dari
Islamisasi Nusantara, khususnya di Sumatra. Karakteristik agama Islam yang
fleksibel dan dapat merakyat dikalangan masyarakat Indonesia menjadi salah satu
faktor pendukung masuknya Islam di Nusantara. Bahkan sampai sekarang Indonesia
merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Islamisasi itu
sendiri berawal kira-kira dari abad ke-7
sampai sekarang. Berita awal abad ke-16 M dari Tome pires dalam suma oriental (1512-1515) mengatakan
bahwa di Sumatra, telah banyak kerajaan islam baik yang besar maupun yang
kecil. (Soejono,R.P&Leirissa,R.Z,2008:21). Tetapi munculnya kerajaan
Samudra Pasai itu sendiri pada abad ke-13, antara tahun 1270-1275.
Samudra pasai
sendiri didirikan oleh Sultan Malik as-Saleh. Sulatan Malik as-Saleh sendiri
mendirikan kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-13, dan menjadi raja pertama kerajaan
Samudra Pasai, dan wafat pada tahun 696 H atau 1297 M, pada pemerintahannya
masih belum terlihat tanda-tanda kejayaan yang signifikan, namun pada
pemerintahannya setidaknya kerajaan Samudra pasai merupakan kerajaan yang besar
dari wilayah Aceh sendiri. letak
kerajaan Samudra Pasai kurang lebih 15 Km disebelah timur Lhoukseumawe, Nangroe
Aceh. Diapit oleh sungai besar yaitu sungai Peusungan dan sungai
Jambo Aye, jelasnya Kerajaan Samudra Pasai adalah daerah aliran sungai yang
hulunya berasal jauh ke pedalaman daratan tinggi Gayo Kab. Aceh Tengah. Letaknya yang sangat strategis membuat Samudra pasai menjadi kerajaan yang
besar dan berkembang pesat pada zaman itu.
Kerajaan ini terbentuk dari kerajaan Samudra dan Pasai, samudra sebagai
salah satu kerajaan yang dipimpin oleh sultan Malik as-Saleh, dan kerajaan
Pasai adalah sebuah kerajaan baru setelah Samudra yang dibuka
oleh Malik as-Saleh untuk putranya yang bernama Malik az-Zahir.1(Gade
I,M.1997:3)
Tumbuhnya kerajaan Islam Samudra Pasai sendiri tidak dapat dipisahkan dari
letak geografisnya yang menjadi jalur pelayaran perdagangan internasional, yang
membuatnya menjadi lalu lalang pra pedagang asing. Juga menjadi tempat
transmigrasi oleh para pedagang asing, seperti Cina, Arab, India dan lain lain.
Sebagai tempat jalur perdagangan Samudra Pasai juga menjadi persinggahan budaya
dan agama. Namun tidak pula terlepas dari akulturasi budaya yang dihasilkan
dari percampuran dua budaya.
Sejak abad ke-9 sampai ke-11 M berita-berita pelayaran dan geografi Arab
juga telah menambah sumber-sumber sejarah. Berita-berita itu, antara lain dari
Ibn Khurdazbih (850),Ya’qubi (875-880), Ibnu Faqih (902), Ibnu Rusteh (903),
Ishaq Ibn Iman (lk.907), Muhammad Ibnu Zakariyya al-Razi, Abu Zaid dari sirat
(lk. 916), Abu Dulaf (lk.940), Mas’udi (943), dan Buzurg Ibn Syahriyar (awal
abad ke-10). (Soejono,R.P&Leirissa,R.Z,2008:22).
Hal ini membuktikan bahwa islamisasi telah ada sebelum kerajaan Samudra Pasai
didirikan. Oleh karena itu, sejak abad ke-7 dan ke-8 sampai abad ke-11 M di
daerah pesisir selat Malaka dan juga di Cina Selatan tumbuh komunitas-komunitas
muslim akibat islamisasi.
(1 ) Dalam
hikayat raja-raja Pasai pada permulaan
pembahasannya :
“…… Al-kesah peri mengatakan cerita raja yang pertama
masuk agama islam ini Pasai; maka ada diceritakan oleh orang yang empunya
cerita ini. Negeri yang di bawah angin ini pasailah yang pertama membawa iman
akan Allah dan akan rasul Allah…”
Telah diketahui bahwa masa awal kerajaan Samudra Pasai
ditandai dengan kepemimpinan sultan Malik as-Saleh yang merupakan raja pertama
kerajaan Samudra Pasai. Pasai sendiri merupakan kerajaan yang besar pada saat
itu, terbukti dengan reruntuhan-reruntuhan kerajaan Pasai yang diperkirakan
merupakan kerajaan yang besar pada masa
itu.
Selain itu Pasai juga merupakan kerajaan Islam pertama
di Nusantara, bahkan pertama di Asia Tenggara, yang merupakan pusat penyebaran
pertama kali di Indonesia dan Asia Tenggara. Selain sebagai kerajaan muslim
yang pertama Pasai juga merupakan kerajaan yang menjadi jalur perdagangan dan
mempunyai Bandar-bandar perdagangan yang mampu menyokong ekonomi ;pemerintahan.
Sebagai suatu kerajaan pastilah pasai mempunyai
pemimpin pemerintahannya, antara lain adalah:
1.
Sultan Malik
as-Saleh atau Meurah Silu (1270-1297 M)
2.
Sultan Muhammad
Malik az-Zahir (1297-1326 M)
3.
Sultan Mahmud
Malik az-Zahir (lk1346-1383 M)
4.
Sultan Zain al-
Abidin Malik az-Zahir (1383-1405 M)
5.
Sultanah
Narisyah (1405-1412 M)
6.
Abu Zaid Malik
az- Zahir (1412-? M)
7.
Mahmud Malik
az-Zahir( 1513-1524 M)
(Soejono,R.P&Leirissa,R.Z,2008:23)
Adapun
pendapat lain mengenai raja-raja Pasai, yaitu:
|
No.
|
Nama Raja
|
Tahun Pemerintahan
|
|
1.
|
Sultan
Malik Al-Saleh
|
Sampai
tahun 1297 M
|
|
2.
|
Muhammad
Malik Al-Zahir
|
1297-1326
M
|
|
3.
|
Mahmud
Malik Al-Zahir
|
1326-1345
M
|
|
4.
|
Manshur
Malik Al-Zahir
|
1345-1346
M
|
|
5.
|
Ahmad
Malik Al-Zahir
|
1346-1383
M
|
|
6.
|
Zain
Al-Abidin Malik AL-Zahir
|
1383-1405
M
|
|
7.
|
Nahrasiyah
|
1402-?
M
|
|
8.
|
Abu
Zaid Malik Al-Zahir
|
?-1455
M
|
|
9.
|
Mahmud
Malik Al-Zahir
|
1455-1477
M
|
|
10.
|
Zain
Al-Abidin
|
1477-1500
M
|
|
11.
|
Abdullah
Malik Al-Zahir
|
1501-1513
M
|
|
12.
|
Zain
Al-Abidin
|
1513-1524
M
|
(Romeo
Iqbal:2012; Anthony Reid, 1998: 48)
Di
kedua pendapat tersebut terdapat kekosongan yang sampai saat ini masih menjadi
tanda Tanya, dan masih belum diketemukan.
Kembali
kepada masa awal, masa awal kerjaan Samudra Pasai ini tergolong tidak begitu
terlihat. Selain itu perkembangan kerajaan ini bersifat perlahan-lahan. Walaupun
begitu mata uang telah dikenal di kerajaan ini, sejak pemerintahan sultan Malik
as-Saleh, yang dinami mata uang Dirham, yang juga dikenal sebagai mata uang
negara Arab saat itu.
Pada
awal abad ke-16 mungkin masa memuncaknya kerajaan Samudra Pasai sebagaimana
diberitakan oleh Tome Pires (1512-1515) tengah mengalami berbagai kemajuan
dibidang politik pemerintahan, di bidang keagamaan, terutama di bidang
pertanian dan perdagangan. (Soejono,R.P&Leirissa,R.Z,2008:23), adapun Pasai
yang selalu menjalin hubungan persahabatan dengan kerajaan lain, seperti Malaka
yang saat itu Malaka menjadi pusat perdagangan Dunia, yang diikuti pula
pernikahan antara raja-raja malaka dengan para putri Pasai (Gade Ismail, M.1997:28).
Kemajuan
kemajuan tersebut antara lain:
1.
Perdagangan
Yang merupakan perdagangan internasional,
Pasai mempunyai Bandar-bandar yang dapat menjadi persinggahan para pedagang
asing dan mereka juga membayar uang pajak untuk Pasai
2.
Pelayaran
Sebagai kerajaan maritime, pastinya Pasai
mempunya keunggulan dalam bidang pelayaran dan nelayan. Maka dari itu
masyarakat Pasai, mayoritas ialah nelayan.
3.
Perekonomian
Merupakan salah satu kemajuan Pasai dalm
meraih kejayaannya, dan perekonomian Pasai telah terbantu dengan adanya
perdagangan dan pelayaran, serta pajak dagang yang dikenakan bagi pedagang,
4.
Hubunagn
internasional dan politik
Merupakan keterkaitan, yakni terjadi pula
politik pernikahan, yang dilakukan oleh sultannya.
Tome
Pires menceritakan tentang hubungan antara Pasai dan Malaka,terutama pada masa
pemerintahan Saquem Darxa yang dapat disamakan dengan nama sultan Iskandar Syah
raja kedua Malaka. (Soejono,R.P&Leirissa,R.Z,2008:23).
Keadaan masyarakat Pasai jelas sekali, menggantungkan
kehidupan lewat pelyaran dan perdagangan. Karena sebagai kerajaan maritim
memungkinkan masyarakat pasai menjadi salah satu pelaku dalam perdagangan dan
pelayaran. Terlebih lagi Samudra Pasai mempunyai Bandar-bandar yang bisa menjadi
tempat singgah untuk ppara pedagang asing. Dan pajak yang dikenakan oleh
pemerintah Samudra Pasai kepada para pedagang sesuai dengan apa yang dijuanya.
Memungkinkan masyarakat mampu untuk bertahan.
Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan pertama yang
ada di Indonesia, sebagai kerajaan yang besar pada saat itu, kerajaan Samudra Pasai berkembang dalam
beberapa bidang, yaitu:
1.
Samudra Pasai
sebagai pelopor keagamaan bagi Asia Tenggara khususnya Indonesia
Masuknya
Islam ke Pasai, belum diketahui secara pasti itu kapan, apa lagi bila masuknya
Islam didasarkan pada mulainya terdapat penduduk muslim atau masyarakat muslim
di sana. Namun bila didasarkan kepada lembaga politik, serta terbentuknya
politik bercorakkan Islam, maka dapat dikatakan bahwa Islam masuk pada sekitar
abad ke-13.
Peranan
penting yang dimainkan Pasai dalam persebaran Islam ke seluruh Nusantara dan
bahkan ke kawasan Asia Tenggara dimungkinkan karena hubungan ini berkaitan
dengan kegiatan perdagangan yang di dalamnya juga terdapat kegiatan para
pedagang yang sekaligus bertindak sebagai pendakwah.( Gade Ismail, M.1997:26)
Munculnya
Malaka sebagai pusat perdagangan internasional tidak terlepas dari pengaruh
Pasai sendiri, karena kedua kerajaan ini mengadakan hubungan persahabatan
terlebih lagi setelah raja Paramisora yang menikahi putrid Pasai dan mengganti
namanya menjadi sultan Muhammad Iskandar, sebelumnya Samudra Pasai juga menjadi
jaringan perdagangan internasional. Penyebab Samudra Pasai menjadi salah satu
jaringan perdagangan ialah letaknya yang berdampingan atau dekat dengan pantai.
Dan memungkinkan mudahnya pedagang-pedagang asing untuk singgah.
Hubungan
Samudra Pasai dengan daerah daerah lain di Indonesia seperti pulau Jawa,
Kalimantan Selatan Sulawesi Selatan, Lombok, dan Sumbawa. Dibuktikan dengan
kesamaan bentuk makam di Pasai dan daerah itu sendiri. Seperti di Jawa makam
Maulana Malik Ibrahim dengan makam sultanah Nahrasyiah. Hal ii membuktikan
adanya persebaran Islam yang ada di Indonesia yang juga dipengaruhi oleh
Samudra Pasai.
Selain
itu pengaruh Pasai dengan Malaka, merupakan bukti persebaran Islam di kawasan
Asia Tenggara. Pengaruh Pasai juga berlangsung atas kedah, meskipun kedah juga
berada dalam kekuasaan Siam, melalui Kedah para Muballigh Islam dari Pasai
menyebarkan agama Islam di wilayah-wilayah Semenanjung Melayu, yang terletak
lebih ke pedalaman sampai ke Trengganu(Gade Ismail,
M.1997:29).
2. Pasai Dalam
Jaringan Perdagangan Internasional
Keterlibatan
Pasai dengan jaringan perdagangan internasional, tidak terlepas dari letak
kerajaan Samudra Pasai yang strategis untuk menjadi salah satu peserta dalam
jaringan perdagangan internasional. Malaka sebagai pusat perdagangan
internasional, sudah dimulai sejak awal abad Masehi. Sejak masa prasejarah
Semenanjung Melayu telah mempunyai kedudukan penting dalam adanya jaringan
perdagangan dengan menjadi jalur lalu lintas perdagangan internasional. Itu
semua tidak terlepas dari letak geografis yang dimiliki oleh Semenanjung
Melayu.
Pelayaran
oramg-orang Arab dan India sudah berlangsung sebelum berkembangnya agama Islam.
Pada tahun 114 pelayaran pelayaran Arab berhasil ke India, meskipun dalam
perjalanan pulangnya mereka dihantam badai besar di pantai Afrika.2( Gade Ismail, M.1997:16)
(2) Setelah terjadi pelayaran di India, maka
terjadilah Islamisasi di India, kemudia India juga mengenalkan Islam ke
Indonesia
Samudra pasai sendiri didirikan oleh Sultan Malik
as-saleh. Sulatan Malik As-saleh sendiri mendirikan kerajaan Samudra Pasai pada
abad ke-13, dan menjadi raja pertama kerajaan Samudra Pasai, dan wafat pada
tahun 696 H atau 1297 M. Keadaan masyarakat Pasai jelas sekali, menggantungkan
kehidupan lewat pelyaran dan perdagangan
Terdapat pula perkembangan-perkembangan yang telah
dicapai oleh Samudra Pasai yaitu:
1.
Dalam bidang
kegamaan, yakni pasai sebagai kerajaan yang pertama dan berpengaruh dalam
persebaran Islam di Asia Tenggara dan Indonesia.
2.
Dalam bidang
perdagangan, yakni sebagai salah satu peserta dalam kegiatan perdagangan
internasional.
3.
Politik islam
yang juga tidak terlepas dari masuknya Islam di Sumatra.
4.
Pelayaran,
sebagai kerajaan agraris Smaudra Pasai mempunyai potensi di pelayaran, dan
nelayan.
1.
Berdiri pada
abad ke-13 dan didirikan oleh Meurah Silu atau sultan Malik as-Saleh.
2.
Masa awal dan
kejayaan kerajaan ini tidak bisa dijelaskan secara jelas kapan, pada
kepemimpinan siapa. Tetapi terjadi perkembangan dan masa kejayaan di kerajaan
ini.
3.
Perkembangan
Samudra pasai dalam bidang: ekonomi, dari perdagangan dan pelayaran, juga pajak
yang dikenakan bagi para pedagang asing; pada bidang keagamaan; pada bidang
politik Islam; pada bidang hubungan dengan negara asing, seperti Cina, Malaka,
dan Arab.
Soejono,R.Z.2008.Sejarah Nasional Indonesia III: Zaman Prtumbuhan dan Perkembangan Islam di
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Gade,I,M.1997.Pasai
Dalam Perjalanan Sejarah: Abad ke-13 sampai Awal Abad ke-16.Jakarta: CV.
Putra Sejati Raya.
Romeo,I,M.2012.Kerajaaan Samudra Pasai,(online), (http://iqbalromeo.blogspot.com/2012/09/kerajaan-samudera-pasai.html), diakses 3 Februari 2013